Kamis, 12 Juni 2014

Contoh Proposal Menikah

PROPOSAL MENIKAH

Nama lengkap             : 
Nama panggilan
           : 
Tempat dan tgl lahir
     : 
Suk
u                           : 
Pekerjaan
                    :
Status pernikahan  
      :
Email  
                         : 
Handphon
                   : 
Alamat rumah              : 

RIWAYAT PENDIDIKAN

TK
                   :  
SDN
                : 
SMP
                : 
SMA
               : 
Sarjana 
           : 
Magister
          : 

PENGALAMAN KERJA


STRATEGI KELUARGA
Laki-laki memiliki peranan yang khas dalam keluarga sebagai pemimpin keluarga. Sebagai pimpinan keluarga, seorang laki-laki harus dapat menentukan langkah-langkah strategis dalam pembinaan keluarga sejak dari tahap perencanaan, implementasi, dan monitoring.
Pada masa perencanaan, seorang laki-laki, harus menentukan seorang pendamping yang memiliki kemampuan sebagai navigator dan pemberi saran dalam mengarungi kehidupan keluarga. Seorang wanita shalihah yang memiliki wawasan dan keilmuan yang luas. Kesamaan visi dan misi hidup, akan lebih memudahkan seorang laki-laki membangun pondasi yang kuat dalam keluarga.
Laki-laki ibarat sebagai tiang beton yang kokoh, yang akan ditambahkan keindahannya oleh seorang wanita yang shalihah. Bangunan tak hanya harus sekedar kokoh, tetapi harus memiliki nilai estetik yang baik sehingga, kekuatannya diimbangi dengan keindahannya.

Setelah tahap perencanaan terealisasikan dalam tahap implementasi, sampailah seorang laki-laki ke depan pintu gerbang pernikahan barakah, yang semoga mendapatkan ridla Allah. Anak adalah buah hati yang memunculkan kebahagiaan tiada tara yang tak dapat dilukiskan oleh benda seindah apa pun. Namun kebahagiaan akan berubah menjadi bencana, jika pengelolaan anak tidak berjalan sesuai syariat.
Dalam kondisi lingkungan jahiliyah pada saat ini, sangat diperlukan kekuatan iman yang dapat membentengi diri dari berbagai serangan kelam jahiliyah. Itulah benih pertama yang harus dibangun di dalam keluarga. Seorang ayah bersama-sama dengan istri, membangun benih aqidah yang kokoh kepada seorang anak sejak dalam kandungan, buaian, hingga anak memasuki masa baligh. Namun tak sampai disitu, anak tetap harus mendapatkan bimbingan dan perhatian penuh orang tua sampai akhir hayatnya.
Contoh dan tauladan adalah cara paling efektif dalam penerapan akhlaq mulia keluarga. Oleh karena itu, seorang ayah dan seorang ibu, harus merupakan sosok manusia kamil yang hanif, dan memiliki akhlaq mulia serta bershakhshiyah islamiyah dengan pemahaman Islam yang cukup, sehingga proses pembentukan kepribadian anak, dimulai dengan contoh-contoh yang diberikan oleh orang tua.
Tak hanya dari sisi spiritual, anak pun harus diisi dengan kemampuan-kemampuan yang memacu daya fikir, sehingga menjadi sosok manusia yang terbentuk dalam pondasi aqliyah, ruhiyah, dan jasadiyah yang menjadi satu kesatuan. Aspek jasadiyah akan didukung dengan adanya pemeliharaan kesehatan yang baik.
Dari hal-hal di atas, dapat disimpulkan, sebuah keluarga harus memiliki tiga aspek penting. Pendidikan, kesehatan, dan dukungan fasilitas pendidikan dan kesehatan tersebut. Untuk mencapai kondisi ideal, maka harus dibangun komunikasi yang baik antara nakhkoda bahtera rumah tangga, bersama dengan seorang asisten nakhkoda yang bertindak sebagai navigator, supporter, motivator, dan penyejuk kepenatan keluarga.
Setelah proses implementasi tersebut, selalu diadakan evaluasi dengan melakukan komunikasi antara suami dan istri terhadap tarbiyah yang sedang dijalankan di tengah-tengah keluarga.

KRITERIA ISTRI
Rasulullah SAW bersabda : Wahai para pemuda, siapa saja di antara kalian yang telah mampu menanggung beban, hendaklah segera menikah. Sebab, sesungguhnya hal itu akan dapat menundukkan pandangan serta memelihara kemaluan.
Rasulullah SAW bersabda : Ada tiga orang yang berhak ditolong oleh Allah : seorang mujahid (yang sedang berperang) di jalan Allah, orang yang menikah karena ingin menjaga kehormatannya, makaatib (budak) yang bekerja demi memerdekakan dirinya.

Atas dasar inilah, maka terdorong untuk saya untuk segera memilih seorang pasangan yang tepat. Adapun kriteria-kriteria yang akan saya sampaikan dilandaskan pada dalil-dalil syari’ yang telah ditunjukkan, diantaranya :
Rasulullah SAW bersabda : Kawinilah oleh kalian wanita yang penyayang dan subur keturunannya, karena sesungguhnya aku akan membanggakan banyaknya jumlah kalian di hadapan para nabi yang lain pada hari kiamat nanti.
Rasulullah SAW bersabda : Mengapa engkau tidak mengawini wanita yang masih gadis agar engkau bisa bermain-main dengannya dan ia pun dapat bermain-main denganmu?
Rasulullah SAW bersabda : Wanita itu dinikahi karena empat aspek, karena hartanya, karena keturunannya, karena kecantikannya, karena agamanya. Oleh karena itu, pilihlah wanita karena agamanya, niscaya engkau beruntung.
Tak ada gading yang tak retak. Tak ada manusia yang sempurna. Namun dari dalil-dalil di atas, saya memilah-memilah bagian yang akan saya jadikan sebuah kriteria untuk memilih seorang istri. Kriteria itu akan saya tuliskan dalam poin-poin berikut sebagai kesimpulan:
Memiliki pemahaman agama Islam yang baik atau minimal sedang berusaha untuk lebih baik
Menjadikan dakwah sebagai poros hidupnya tanpa melupakan kewajiban lainnya
Teguh pendirian, tidak mudah putus asa
Memiliki sifat penyayang, lemah lembut, pengayom dan selalu bertutur kata yang baik
Penyabar
Memiliki wawasan luas dalam ilmu-ilmu umum dan/atau ilmu-ilmu islam dan berpandangan terbuka terhadap perbedaan, selama perbedaan masih dalam koridor syar’i
Menyejukkan pandangan mata (rapi, bersih, smart looking)

STRATEGI MEMBANGUN KELUARGA SAKINAH
Membangun komunikasi yang baik antara suami dan istri
Meningkatkan keilmuan masing-masing fihak
Suami selalu berusaha secara maksimal untuk memenuhi kebutuhan keluarga dengan rizqi yang halal agar terlahir anak2 yang sholeh dan cerdas
Suami istri dapat memenuhi hak dan kewajibannya secara sempurna dengan dibangunnya sikap saling memberikan nasehat antara suami dan istri
Menjadikan keluarga sebagai team work dalam mencapai tujuan dunia dan akhirat

KONDISI KELUARGA
Pernikahan berarti menyatukan dua keluarga dan memperluas silaturahmi. Alangkah baiknya, jika saya dapat memaparkan kondisi keluarga saya. Keluarga saya adalah keluarga kecil, dengan 2 orang anak. Saya adalah anak kedua, sejak kecil sudah belajar mandiri, sehingga orang tua percaya untuk melepas saya sejak kuliah sampai sekarang kerja di lingkungan pesantren Kp Nangkaburit, Cinangka-Kab Serang.
Saya memiliki 1 orang Kakak perempuan dan 1orang Adik perempuan beda ibu (Ibu saya sudah meninggal sejak saya berumur 2 tahun dan ayah menikah ketika saya berusia 3 tahun) . Kakak saya sudah menikah dan punya 2 orang anak, 1 Anak Perempuan dan 1 Anak Laki-laki. Adik saya pun sudah menikah dan memiliki 1 orang anak perempuan.
Ayah adalah seorang Petani. Ibu  bekerja di Arab Saudi sebagai kasir di sebuah supermarket. Saat ini ayah tinggal di rumah Istrinya sedangkan saya tinggal bersama bibi yang mengurus saya sejak Balita beliau sudah saya anggap sebagai Ibu saya. Bibi bekerja sebagai tukang jahit. Keluarga saya adalah orang yang terbuka. Orang tua tidak memilih harus dari suku mana untuk calon menantunya. InsyaAllah mereka percaya atas pilihan saya. Kita memang keluarga biasa yang memandang Islam seperti umumnya.

HOBBY
Menulis, Surfing internet, membaca buku dan mendengarkan musik

PENUTUP
Sebagai penutup dari biodata ini, saya mengetahui, diri saya ini adalah hanya seseorang yang tak memiliki apa-apa. Seorang yang memiliki pemahaman islam yang sangat sedikit. Orang yang memiliki banyak kekurangan. Namun, hal itulah yang memacu saya untuk mencari seorang pendamping yang terbaik. Tak ada yang sempurna di dunia ini. Dengan berkeluarga, saya sangat menginginkan, pasangan saya sama-sama saling menutupi kekurangan yang dimiliki dirinya masing-masing sehingga bersama-sama saling menyempurnakan menuju kesempurnaan yang tak mungkin tercapai, karena pemilik kesempurnaan hanyalah Allah SWT. Setidaknya, kesempurnaan yang saya maksud, adalah bentuk ideal dari sebuah keluarga sakinah, mawaddah, warahmah, dimana Allah menyukai dan ridla terhadap keluarga. Menjadikan keluarga adalah keluarga yang kokoh, yang bersama-sama mengharapkan rahmat Allah berupa surga. Yang sama-sama merindukan hidup di bawah bimbingan dan aturan Allah. Dan yang menjadikan dakwah sebagai porosnya, dan menjadikan ilmu bahan bakarnya, dan menjadikan rasa pengertian sebagai bentuknya. Semoga Allah SWT memberikan petunjuk kepada hambaNya yang hina ini, dan semoga Allah SWT memberikan yang terbaik untuk hambaNya.


Amin Yaa Rabbal ‘Alamin

0 komentar:

Posting Komentar

Previous Post Next Post Back to Top