Kamis, 12 Juni 2014
Contoh Proposal Menikah
Diposting oleh kang yadi di 19.54
PROPOSAL MENIKAH
Nama lengkap
:
Nama panggilan :
Tempat dan tgl lahir :
Suku :
Pekerjaan :
Status pernikahan :
Email :
Handphon :
Alamat rumah :
Nama panggilan :
Tempat dan tgl lahir :
Suku :
Pekerjaan :
Status pernikahan :
Email :
Handphon :
Alamat rumah :
RIWAYAT PENDIDIKAN
TK :
SDN :
SMP :
SMA :
Sarjana :
Magister :
TK :
SDN :
SMP :
SMA :
Sarjana :
Magister :
PENGALAMAN KERJA
STRATEGI KELUARGA
Laki-laki memiliki peranan yang khas
dalam keluarga sebagai pemimpin keluarga. Sebagai pimpinan keluarga, seorang
laki-laki harus dapat menentukan langkah-langkah strategis dalam pembinaan
keluarga sejak dari tahap perencanaan, implementasi, dan monitoring.
Pada masa
perencanaan, seorang laki-laki, harus menentukan seorang pendamping yang
memiliki kemampuan sebagai navigator dan pemberi saran dalam mengarungi
kehidupan keluarga. Seorang wanita shalihah yang memiliki wawasan dan keilmuan
yang luas. Kesamaan visi dan misi hidup, akan lebih memudahkan seorang
laki-laki membangun pondasi yang kuat dalam keluarga.
Laki-laki
ibarat sebagai tiang beton yang kokoh, yang akan ditambahkan keindahannya oleh
seorang wanita yang shalihah. Bangunan tak hanya harus sekedar kokoh, tetapi
harus memiliki nilai estetik yang baik sehingga, kekuatannya diimbangi dengan
keindahannya.
Setelah
tahap perencanaan terealisasikan dalam tahap implementasi, sampailah seorang
laki-laki ke depan pintu gerbang pernikahan barakah, yang semoga mendapatkan
ridla Allah. Anak adalah buah hati yang memunculkan kebahagiaan tiada tara yang
tak dapat dilukiskan oleh benda seindah apa pun. Namun kebahagiaan akan berubah
menjadi bencana, jika pengelolaan anak tidak berjalan sesuai syariat.
Dalam
kondisi lingkungan jahiliyah pada saat ini, sangat diperlukan kekuatan iman
yang dapat membentengi diri dari berbagai serangan kelam jahiliyah. Itulah
benih pertama yang harus dibangun di dalam keluarga. Seorang ayah bersama-sama
dengan istri, membangun benih aqidah yang kokoh kepada seorang anak sejak dalam
kandungan, buaian, hingga anak memasuki masa baligh. Namun tak sampai disitu,
anak tetap harus mendapatkan bimbingan dan perhatian penuh orang tua sampai
akhir hayatnya.
Contoh dan
tauladan adalah cara paling efektif dalam penerapan akhlaq mulia keluarga. Oleh
karena itu, seorang ayah dan seorang ibu, harus merupakan sosok manusia kamil
yang hanif, dan memiliki akhlaq mulia serta bershakhshiyah islamiyah dengan
pemahaman Islam yang cukup, sehingga proses pembentukan kepribadian anak,
dimulai dengan contoh-contoh yang diberikan oleh orang tua.
Tak hanya
dari sisi spiritual, anak pun harus diisi dengan kemampuan-kemampuan yang
memacu daya fikir, sehingga menjadi sosok manusia yang terbentuk dalam pondasi
aqliyah, ruhiyah, dan jasadiyah yang menjadi satu kesatuan. Aspek jasadiyah
akan didukung dengan adanya pemeliharaan kesehatan yang baik.
Dari hal-hal
di atas, dapat disimpulkan, sebuah keluarga harus memiliki tiga aspek penting.
Pendidikan, kesehatan, dan dukungan fasilitas pendidikan dan kesehatan
tersebut. Untuk mencapai kondisi ideal, maka harus dibangun komunikasi yang
baik antara nakhkoda bahtera rumah tangga, bersama dengan seorang asisten
nakhkoda yang bertindak sebagai navigator, supporter, motivator, dan penyejuk
kepenatan keluarga.
Setelah
proses implementasi tersebut, selalu diadakan evaluasi dengan melakukan
komunikasi antara suami dan istri terhadap tarbiyah yang sedang dijalankan di
tengah-tengah keluarga.
KRITERIA ISTRI
Rasulullah
SAW bersabda : Wahai para pemuda, siapa saja di antara kalian yang telah mampu
menanggung beban, hendaklah segera menikah. Sebab, sesungguhnya hal itu akan
dapat menundukkan pandangan serta memelihara kemaluan.
Rasulullah
SAW bersabda : Ada tiga orang yang berhak ditolong oleh Allah : seorang mujahid
(yang sedang berperang) di jalan Allah, orang yang menikah karena ingin menjaga
kehormatannya, makaatib (budak) yang bekerja demi memerdekakan dirinya.
Atas dasar
inilah, maka terdorong untuk saya untuk segera memilih seorang pasangan yang
tepat. Adapun kriteria-kriteria yang akan saya sampaikan dilandaskan pada
dalil-dalil syari’ yang telah ditunjukkan, diantaranya :
Rasulullah
SAW bersabda : Kawinilah oleh kalian wanita yang penyayang dan subur
keturunannya, karena sesungguhnya aku akan membanggakan banyaknya jumlah kalian
di hadapan para nabi yang lain pada hari kiamat nanti.
Rasulullah
SAW bersabda : Mengapa engkau tidak mengawini wanita yang masih gadis agar
engkau bisa bermain-main dengannya dan ia pun dapat bermain-main denganmu?
Rasulullah
SAW bersabda : Wanita itu dinikahi karena empat aspek, karena hartanya, karena
keturunannya, karena kecantikannya, karena agamanya. Oleh karena itu, pilihlah
wanita karena agamanya, niscaya engkau beruntung.
Tak ada
gading yang tak retak. Tak ada manusia yang sempurna. Namun dari dalil-dalil di
atas, saya memilah-memilah bagian yang akan saya jadikan sebuah kriteria untuk
memilih seorang istri. Kriteria
itu akan saya tuliskan dalam poin-poin berikut sebagai kesimpulan:
Memiliki
pemahaman agama Islam yang baik atau minimal sedang berusaha untuk lebih baik
Menjadikan dakwah sebagai poros hidupnya tanpa melupakan kewajiban lainnya
Teguh pendirian, tidak mudah putus asa
Memiliki sifat penyayang, lemah lembut, pengayom dan selalu bertutur kata yang baik
Menjadikan dakwah sebagai poros hidupnya tanpa melupakan kewajiban lainnya
Teguh pendirian, tidak mudah putus asa
Memiliki sifat penyayang, lemah lembut, pengayom dan selalu bertutur kata yang baik
Penyabar
Memiliki wawasan luas dalam ilmu-ilmu umum dan/atau ilmu-ilmu islam dan berpandangan terbuka terhadap perbedaan, selama perbedaan masih dalam koridor syar’i
Menyejukkan pandangan mata (rapi, bersih, smart looking)
Memiliki wawasan luas dalam ilmu-ilmu umum dan/atau ilmu-ilmu islam dan berpandangan terbuka terhadap perbedaan, selama perbedaan masih dalam koridor syar’i
Menyejukkan pandangan mata (rapi, bersih, smart looking)
STRATEGI MEMBANGUN KELUARGA SAKINAH
Membangun
komunikasi yang baik antara suami dan istri
Meningkatkan keilmuan masing-masing fihak
Suami selalu berusaha secara maksimal untuk memenuhi kebutuhan keluarga dengan rizqi yang halal agar terlahir anak2 yang sholeh dan cerdas
Suami istri dapat memenuhi hak dan kewajibannya secara sempurna dengan dibangunnya sikap saling memberikan nasehat antara suami dan istri
Menjadikan keluarga sebagai team work dalam mencapai tujuan dunia dan akhirat
Meningkatkan keilmuan masing-masing fihak
Suami selalu berusaha secara maksimal untuk memenuhi kebutuhan keluarga dengan rizqi yang halal agar terlahir anak2 yang sholeh dan cerdas
Suami istri dapat memenuhi hak dan kewajibannya secara sempurna dengan dibangunnya sikap saling memberikan nasehat antara suami dan istri
Menjadikan keluarga sebagai team work dalam mencapai tujuan dunia dan akhirat
KONDISI KELUARGA
Pernikahan
berarti menyatukan dua keluarga dan memperluas silaturahmi. Alangkah baiknya,
jika saya dapat memaparkan kondisi keluarga saya. Keluarga saya adalah keluarga
kecil, dengan 2 orang anak.
Saya adalah anak kedua, sejak
kecil sudah belajar mandiri, sehingga orang tua percaya untuk melepas saya
sejak kuliah sampai sekarang kerja di lingkungan pesantren Kp
Nangkaburit, Cinangka-Kab Serang.
Saya memiliki 1 orang Kakak perempuan dan
1orang Adik perempuan beda ibu (Ibu saya sudah meninggal sejak saya berumur 2
tahun dan ayah menikah ketika saya berusia 3 tahun) . Kakak saya sudah menikah dan
punya 2 orang anak, 1 Anak Perempuan dan 1 Anak Laki-laki. Adik saya pun sudah menikah
dan memiliki 1 orang anak perempuan.
Ayah adalah
seorang Petani. Ibu bekerja di Arab Saudi sebagai kasir
di sebuah supermarket. Saat ini ayah tinggal di rumah Istrinya sedangkan saya tinggal bersama bibi yang mengurus
saya sejak Balita beliau sudah saya anggap sebagai Ibu saya. Bibi bekerja
sebagai tukang jahit. Keluarga saya adalah orang yang terbuka. Orang tua tidak memilih harus
dari suku mana untuk calon menantunya. InsyaAllah mereka percaya atas pilihan
saya. Kita memang keluarga biasa yang memandang Islam seperti umumnya.
HOBBY
Menulis, Surfing
internet, membaca buku dan mendengarkan musik
PENUTUP
Sebagai
penutup dari biodata ini, saya mengetahui, diri saya ini adalah hanya seseorang
yang tak memiliki apa-apa. Seorang yang memiliki pemahaman islam yang sangat
sedikit. Orang yang memiliki banyak kekurangan. Namun, hal itulah yang memacu
saya untuk mencari seorang pendamping yang terbaik. Tak ada yang sempurna di
dunia ini. Dengan berkeluarga, saya sangat menginginkan, pasangan saya
sama-sama saling menutupi kekurangan yang dimiliki dirinya masing-masing
sehingga bersama-sama saling menyempurnakan menuju kesempurnaan yang tak
mungkin tercapai, karena pemilik kesempurnaan hanyalah Allah SWT. Setidaknya,
kesempurnaan yang saya maksud, adalah bentuk ideal dari sebuah keluarga
sakinah, mawaddah, warahmah, dimana Allah menyukai dan ridla terhadap keluarga.
Menjadikan keluarga adalah keluarga yang kokoh, yang bersama-sama mengharapkan rahmat
Allah berupa surga. Yang sama-sama merindukan hidup di bawah bimbingan dan
aturan Allah. Dan yang menjadikan dakwah sebagai porosnya, dan menjadikan ilmu
bahan bakarnya, dan menjadikan rasa pengertian sebagai bentuknya. Semoga Allah
SWT memberikan petunjuk kepada hambaNya yang hina ini, dan semoga Allah SWT
memberikan yang terbaik untuk hambaNya.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)








0 komentar:
Posting Komentar